Training Jurnalistik Hima ADP ; Menulislah!

Menulis merupakan saluran penyampaian pendapat yang signifikan. Gagasan dalam media massa dibaca ribuan orang. Tulisan juga merupakan usaha untuk mewariskan pengetahuan. Karena itu, tulisan fondasi penting setiap peradaban manusia.

Demikian sebagian poin inti yang mengemuka dalam Training Jurnalistik, yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Administrasi dan Perkantoran, FISE, UNY. Acara berlangsung di Ruang Ki Hajar Dewantara FISE UNY, Selasa (22/3). Training dibuka oleh Sutirman, M.Pd., Pembina HIMA ADP FISE UNY.

Sutirman menyambut baik keberlangsungan acara training jurnalistik ini. Ia berharap bahwa mahasiswa jurusan ADP mampu bangkit kreativitasnya dalam membuat karya tulis. “Dua tahun belakangan, mahasiswa ADP jarang yang mampu menghasilkan karya tulis, baik berupa karya ilmiah maupun artikel jurnalistik. Semoga ke depannya menjadi semakin baik,” ujar dosen Jurusan ADP ini dalam sambutannya untuk membuka acara.

Training jurnalistik kali ini menghadirkan narasumber Halili, dosen PKnH sekaligus Pemimpin Redaksi Majalah “Smart News” FISE UNY, dan Triyanto P. Nugroho, Ketua BEM FISE UNY periode 2009 yang juga jurnalis Website FISE UNY.

Mekel, demikian Triyanto biasa disapa, menyampaikan bahwa inti dasar tulisan jurnalistik sebenarnya hanya “mengabarkan”. Karya jurnalistik pada dasarnya cerita dengan tujuan dan pesan tertentu. Agar pesan sampai tulisan harus komprehensif. “Oleh karena itu, sebuah berita mestinya memuat unsur 5W+1H,” ujar mahasiswa Pendidikan Geografi angkatan 2006 ini.

Sebuah tulisan jurnalistik, lanjut Mekel, terdiri dari struktur baku: lead (bagian awal), body (bagian isi), ending (penutup berita). Lead berupa paragraf atau kalimat yang mengusik pembaca agar mau melanjutkan membaca berita. Isinya berupa fakta-fakta awal. Body berisi fakta atau kutipan yang mendukung lead, termasuk menyebutkan sumber informasi. Sedangkan ending memuat kesimpulan isi berita, penjelasan mengenai langkah selanjutnya atau tambahan lain.

Sementara Halili menegaskan, penulisan artikel ataupun essay untuk kolom opini di media massa, selain memperhatikan teknik penulisan, harus pula memperhatikan isu aktual yang sedang terjadi. “Tulisan yang baik itu merupakan hasil dari banyak membaca dan mengamati fenomena,” ujarnya.

Halili juga mengingatkan pentingnya pemilihan judul. Perlu diperhatikan eye-catcher judul, juga pendek panjangnya.. “Sebaiknya judul tidak lebih dari 6 kata”, lanjut dosen yang tulisannya berkali-kali dimuat di koran lokal maupun nasional.

Training ini diakhiri dengan pembentukan kelompok peserta. Peserta dituntut menghasilkan sebuah tulisan jurnalistik. Tulisan akan digunakan sebagai syarat pengambilan sertifikat [triyanto/liel]